Semoga Allah SWT tidak meninggalkan
kita pada ego kita yang kotor. Waspadailah ego kalian. Dia merupakan musuh terbesar kalian yang memotong
jalan kalian menuju Allah SWT. Dia berkata, “Layanilah aku, merunduklah padaku,”
dan “tinggalkan segala kemauan dan keinginanmu kecuali yang ditujukan untukku. Akulah segalanya dan engkau adalah budakku.”Ibadah dan
puasa adalah untuk mengenyahkan ego kalian. Untuk melemahkannya, kemudian
lenyap. Karena selama ego kalian memberi perintah dan kalian mematuhinya,
kalian tidak dapat meraih apapun dari Hadirat Ilahi. Hanya ada satu Sultan. Dan
kalian pastilah hamba-Nya.
Thariqat adalah suatu pelatihan untuk
mencapai akhlak yang baik. Kalian harus melupakan dan memerangi ego kalian, lalu terimalah dan
bersuka cita dengan kemauan Tuhan kalian. Jangan pernah lalai dalam
mengagungkan Tuhan kalian, kalau tidak kalian akan terbelenggu dengan ego
kalian yang kotor itu (bagaikan singa dalam kurungan). Ingat untuk setiap saat
kalian lalai, maka kalian hanya menerima kehancuran atau hukuman. Walaupun
hanya sekejap, akan datang kutukan atas kalian. Semua
orang amat ramah pada egonya. Mereka mengatakan, “Apa yang engkau
perintahkan? wahai egoku, wahai sultanku. Apapun yang engkau inginkan, akan
kusediakan bagimu. Apapun keinginanmu. Aku adalah hambamu dan engkau adalah
sultanku.”Dan pada akhirnya ada mayat dengan bau yang
teramat busuk.Ego itu adalah seorang dungu, tetapi dia memperkenalkan
dirinya sebagai orang yang sangat berkuasa. Ego mengatakan, “Engkau harus
mematuhiku, aku tidak suka sekutu apapun. Aku yang pertama dan juga yang
terakhir bagimu. Semua kehormatan dan pujian harus diberikan
kepadaku.”Kebanyakan manusia itu pemalas dan selalu menuruti egonya (yang
paling malas di antara semua makhluk). Sosok fisik
kalian tidak dapat meraih kebesaran dunia,
tetapi lain halnya dengan sosok spiritual
kalian. Dia dapat meraihnya, bila kita terus memberinya kata-kata surgawi.
Dari semula sejak Allah SWT menciptakan nafsu
kita, Allah SWT berfirman, “Majulah,” dan sang
ego malah mundur. Itu adalah tabiatnya yang tidak pernah menerima perintah
Tuhannya. Allah SWT memberikan kehormatan pada manusia untuk menjadi hamba-Nya,
tetapi ego selalu menghalangi kalian untuk menaati Tuhan kalian. Setiap Nabi
telah membawa metode dari Allah SWT untuk melatih ego kita agar mengatakan, “Wahai Tuhanku, aku berserah pada-Mu.” Tetapi ego
kalian mengatakan kepada Allah SWT, “Tidak!” dan ketika Allah SWT menanyakan
ego kalian, “Siapa engkau?!” Ego menjawab, “Aku adalah aku, engkau adalah
engkau. Engkau ya engkau, aku adalah diriku sendiri.” Jadi Tuhan Yang Mahakuasa
memerintahkan agar dia dimasukkan ke dalam neraka panas selama 1000 tahun, lalu
mengeluarkannya dan pertanyaan yang sama diajukan. Dia menjawab, “Engkau ya
engkau, dan aku masih yang sama.” Lalu Tuhan memerintahkan agar dia dimasukkan
ke dalam neraka dingin selama 1000 tahun, dan setelah itu Allah SWT bertanya
lagi, “Siapakah engkau?” tetapi jawabannya masih tetap sama seperti sebelumnya.
Lalu ego dimasukkan ke dalam lembah kelaparan
selama 1000 tahun, dan sekali lagi dia dipanggil dan ditanya, dan kali ini dia
menjawab, “Engkau adalah Tuhanku, dan aku adalah
hamba-Mu.”Ego selalu berkata, “Aku mempunyai
sifat ketuhanan, tetapi ketuhanan hanya untuk Allah SWT. Kita semua adalah
hamba, tetapi kita tidak pernah mengakuinya!Nabi e membawa perintah Allah SWT untuk berpuasa. Lalu ego muncul dan berkata, “Aku
tidak akan mengaku lagi sebagai Tuhan di hadapan-Mu. Aku adalah hamba-Mu yang
lemah dan Engkau adalah Tuhanku.”Barangsiapa tidak
dapat mengendalikan dirinya adalah buruk sekali dan berbahaya. Berpuasa
melatih kalian untuk mengontrol ego kalian. Sehingga dia akan mendengarkan
kalian. Bila kalian mengatakan, “Kerjakanlah,” maka dia akan mengerjakannya.
Atau bila kalian mengatakan, “Berhenti!”, ego akan berhenti. Oleh sebab itu, sejak awal hingga akhir puasa
merupakan pilar terpenting dalam penghambaan. Tanpa puasa, tak seorang
pun dapat menjadi hamba sejati, karena ego kalian selalu menang. Ego selalu
memperalat kalian dan berkata, “Turuti aku.” Kendalikanlah diri kalian dan
cobalah untuk mengendalikan ego kalian. Semoga Allah
SWT mengampuni kita dan memberi kita kekuatan dan kemampuan untuk mengendalikan
ego kita.
Bila Allah SWT memerintahkan kita untuk mengambil
selembar bulu atau setangkai bunga lima kali sehari di dalam masjid atau dari
suatu ruangan ke ruangan lainnya, ego akan tetap keberatan dan berkata, “Ini sulit,” dan “Apa gunanya?”Ego kalian membuat
kalian ketakutan. Ego itu mengatakan, “Aku tidak dapat mengendalikan amarah.”
Untuk menelannya pada awalnya memang sukar, tetapi bila kalian kukuh dengan
niat kalian untuk menelannya, maka pada akhirnya kalian akan bahagia. Kalian
akan berkata, “Betapa menyenangkan dapat menahan
amarahku yang begitu merugikan.”Allah SWT meminta agar
kita naik dari tingkat keduniaan ke tingkat Surgawi.
Ego menyukai keduniaan dan bukan hal-hal
spiritual (seperti halnya malam hari tidak mendapat manfaat dari
matahari).Palingkan badan kalian menghadap kiblat dan jiwa kalian menghadap
langit (Allah SWT). Nikmat yang paling utama dari Allah
SWT adalah bahwa kalian dapat memasuki Hadirat Ilahiah-Nya yang suci.
Inilah puncak dari segala keinginan dan harapan kita. Mohonlah agar ego kalian
dihilangkan bersama gangguannya. Berhentilah memohon kenikmatan duniawi.Allah
SWT mengetahui bila kita menghabiskan kekuatan fisik kita untuk sesuatu yang
bukan Dia, melainkan untuk kesenangan ego kita. Walaupun kita telah
melakukannya seharian, ego kita tetap tidak merasa puas. Sebanyak kalian
berbuat untuk ego kalian, sebanyak itulah beban yang kalian tanggung menjadi
berat.Tak terhitung sudah kita berbuat untuk ego, namun dia berkata, “Ahh! Apa
yang kau lakukan untukku?”Bahkan bila kalian bekerja 24 jam sehari untuk
memuaskannya, tetap saja ego kalian berkata bahwa kalian seorang pemalas.Jika setiap orang memberikan Allah SWT sebanyak apa yang
diberikan kepada egonya, maka mereka akan mengangkasa.
Kalian lebih dari sekedar budak bagi ego kalian,
tetapi dia akan mengatakan bahwa kalian tidak peduli padanya. Adalah sangat
penting untuk mengetahui bahwa ego kalian tidak akan
pernah ridha atas diri kalian.Tetapi bila kalian melakukan hanya
sebagian kecil dari apa yang kalian lakukan terhadap ego kalian, untuk Allah
SWT, maka Dia akan memberi kalian kebahagiaan, kepuasan dan harapan melalui
hati kalian; yang kemudian akan menyelimuti tubuh kalian. Itu berarti tubuh
kalian tidak akan pernah mati atau menjadi debu. Di
dalam kubur tidak pernah berbau busuk dan kalian akan sampai pada hari
perhitungan dengan jasad yang utuh seperti ketika
kalian masih hidup di dunia. Yang lain tidak akan mengalaminya. Akan
terlihat siapa yang merupakan mukmin sejati dalam penghambaan terhadap Tuhannya
dan siapa yang menghamba pada egonya. Barangsiapa yang
menghabiskan kekuatan hidupnya untuk penghambaan Ilahi, dia akan dimuliakan.
Grandsyaikh mengatakan bahwa manusia biasanya memohon untuk
mewujudkan diri sendiri atau menghilangkannya. Ini adalah ringkasan dari semua
syari`ah (hukum surgawi). Perhatikanlah hal ini. Setiap orang melakukan salah
satu di antaranya. Membuat egonya tumbuh lebih besar atau menghilangkannya.
Mewujudkan keberadaan diri sendiri atau menghilangkan keberadaannya
sendiri.Setiap ego senang mewujudkan keberadaannya dan menggunakan segala
kesempatan untuk mewujudkan keberadaannya seraya berkata, “Aku di sini.”
Pilihan lainnya adalah menghilangkan keberadaan diri sendiri. Tetapi kebanyakan
orang, katakanlah 99 dari 100 orang ingin mewujudkan keberadaannya.Allah SWT mengharapkan hamba-hamba-Nya agar mereka
menghilangkan keberadaan mereka (fana’ al-Wujud).Kalian harus memilih antara
keduanya.
Berada dengan kebinatangan kalian atau
dengan Tuhan kalian.
Barangsiapa yang mewujudkan egonya dapat terbuang bersama sampah. Dia tidak
berguna. Menurut kalian, mengapa tak seorang pun yang datang ke thariqat?!Tinggallah bersama diri kalian sendiri.
Tetapi kalian tidak dapat memasuki hadirat yang sejati.Quran:Sesungguhnya
mereka yang takut pada Tuhan berada dalam Surga, dengan sungai-sungai yang
mengalir, dalam keadaan ikhlas, dalam Hadirat Sang Raja Yang Mahakuasa.Innal muttaqiina fii jannaatiw wa naharin fii maq`adi
shidqin `inda maliikim muqtadirAl-Muqtadhi, Yang Maha Berkuasa, Asma
Allah SWT ini mempunyai makna yang tidak terjangkau, bahkan oleh seluruh Nabi,
atau melalui kekuatan seluruh Awliya dan Jinn. Barangsiapa yang
memanifestasikan dirinya di hadapan Syaikh, juga akan memanifestasikan dirinya
di hadapan Rasulullah SAW, dan juga di hadapan Allah SWT, yang mana hal itu
adalah tidak mungkin.
Di depan pintu, tak ada yang mengizinkan kalian
masuk. Berapa banyak orang yang meninggal bersama egonya dan dikubur dengan
kebinatangannya?Bila kalian setuju untuk meninggalkan ego kalian, Grandsyaikh
akan mengatakan, “Selamat datang di thariqat kami.”Untuk
memasuki hadirat Nabi-Nabi yang suci, kalian wajib meninggalkan ego kalian.
Menurut kalian, untuk apa kalian berdzikir, menjaga awrad kalian, shalat di
malam hari dan berpuasa di siang hari? Tetap saja Setan dan ego yang kotor
menunggangi kalian di setiap langkah yang kalian ambil. Dia berkata, “Aku di
sini, Aku di sini, Aku di sini.” Dengan demikian kalian berada di level
terendah. Perwujudan (Itsbat) dan Menghilang (Ifna`)Murid harus memilih salah
satu di antara keduanya. Bilamana dia meninggalkan
egonya, dia akan bersama Syaikhnya, dengan Nabi Muhammad SAW dan bersama Allah
SWT.
Pada manusia terdapat ego, nafs. Binatang juga mempunyai nafs,
tetapi nafs mereka hanya untuk mengendalikan diri mereka sendiri dan
keturunannya. Nafs binatang digunakan sebagai insting. Tanpa itu mereka tidak
akan makan. Keinginan untuk makan, minum dan meneruskan spesiesnya berasal dari
nafs.Nafs merupakan ujian bagi ummat manusia, agar
mereka dapat meraih maqam yang tinggi, (atau tidak). Barangsiapa yang
menentangnya, dia akan meraih maqam yang lebih
tinggi. Ada sesuatu yang dapat diperoleh. Setiap orang hendaknya memohon
lebih banyak kekuatan untuk menyelamatkan spiritualitas dan jiwanya dari kekangan
egonya. Ego itu menyerang sosok spiritual kita dan tidak pernah membiarkannya
agar mendapat dukungan surgawi atau untuk mencapai tingkat mukmin sejati. Oleh
sebab itu setiap saat kita harus memohon dukungan, dan santapan bagi
spiritualitas kita.Thariqat Naqsybandi kita tidak untuk
setiap orang, karena tidak setiap orang dapat menjalankannya.Untuk menjadi
seorang Naqsybandi, kalian harus memerangi dan menghancurkan ego kalian; dan
menjadikannya nol.
Bila setiap orang mampu mengendalikan ego mereka,
mereka akan dipanggil, “Mari, datanglah.”Orang yang tidak berakal memaksa pergi menemui Sultan
dengan keledainya. Kalian tidak dapat melakukan hal itu! Kalian harus
meniggalkan nafs kalian. Ketika kalian sudah dapat mengatakan bahwa keberadaan
kalian telah lenyap, maka kalian boleh pergi. Jutaan
orang mengaku bahwa mereka adalah Naqsybandi,
tetapi bila kalian mengusiknya sedikit saja, mereka akan menendang kalian. Bila
kalian mendekatinya dari belakang atau dari depan, mereka akan menendang dan
menggigit! Jika kalian tidak meninggalkan keledai
kalian, kalian tidak dapat menjadi Naqsybandi, yang mempunyai disiplin ketat,
lain tidak. (jadi kalian belum berada di sana).
Bila kalian mewakili nafs kalian, tak ada yang
dapat diambil dan kalian tidak lain akan dikirim ke kandang, bersama kuda dan
keledai yang menghentak-hentakkan tanah dan menggerakkan kepala-kepala mereka. Janganlah menghantam orang lain. Jangan berdebat atau
berkelahi dengan orang lain, atau mencampuri urusan orang lain. Kendalikanlah
nafsu kalian sendiri dan jangan katakan bahwa kalian lebih baik daripada orang
lain. Barangsiapa mengeluarkan kata-kata itu, maka tempatnya adalah di
kandang.Kalian harus menerima semua orang. Macam apapun. Allah SWT telah
menciptakan menurut Kehendak-Nya dan Dia dapat menciptakan setiap orang dengan
cara apapun. Kalian harus menghormati Pencipta kalian
dan menyukai apapun yang Dia ciptakan. Allah SWT menyukainya dan
menciptakannya, jadi kalian harus berkata bahwa kalian juga menyukainya. Kalian
harus mengendalikan nafs kalian. Kalian tidak tahu berhadapan dengan siapa dan
rahasia-rahasia apa yang mereka miliki. Bila seseorang terikat pada nafs-nya,
dengan mudah kita dapat melihat sisi buruk mereka. Tetapi lupakanlah, dan lihatlah mutiara di kedalamannya. Jangan hanya melihat
sisi buruknya dan melihat realitas dari nafs.
Ingatlah mutiaranya.Jangan
berkata bahwa kalian tidak suka pada seseorang. Bila kalian perhatikan
dengan seksama, kalian mempunyai sifat-sifat yang sama. Allah SWT akan
berfirman, “Engkau menolak hamba itu, padahal engkau mempunyai nilai-nilai yang
sama.”Kalian menolak, tetapi bahkan kalian tidak dapat menghilangkan hal-hal
yang sama itu dari diri kalian. Sibukkan diri dengan mencari kebaikan dalam setiap orang.
Dengan demikian, jalan menuju Allah SWT menjadi semakin dekat dan lebih pendek.
Kalian dapat mencapai-Nya. Pintu-pintu akan dibukakan untuk kalian. Bila tidak, kalian akan tetap bersama nafs kalian.Bila
Allah SWT tidak memberi nilai pada orang itu, Dia tidak akan
menciptakannya.Tidak baik untuk mencari keburukan seseorang dan membeberkannya.
Hal ini tidak membuat kalian bebas dari nafs kalian. Jangan beranggapan bahwa
kalian lebih berharga di hadapan Allah SWT.Semua orang berseteru, tidak
menyukai satu sama lain, cemburu pada orang lain, atau saling bermusuhan.
Padahal mereka semua sama saja.Jangan biarkan nafs kalian memimpin. Mereka akan
menjerumuskan kalian ke dalam got untuk menjadi tikus. Semua Nabi mengundang
orang agar menjalani hidup yang bersih dan terhormat. Nafsu kalian seperti
tikus yang berkata, “Apa yang kami lakukan dalam air yang bersih? Tempat kami
di comberan.”Masyarakat abad ke dua puluh menentang
para Nabi, khususnya pada Nabi yang terakhir, karena beliau mengundang
orang ke perairan yang bersih.Semua orang menganggap dirinya berada di atas,
tidak berpijak pada tanah. Mereka mengklaim, “Aku lebih tinggi daripada
kalian.” Lalu yang lain mengatakan, “Tidak, aku yang lebih tinggi daripada
kamu.” Keduanya bicara melalui egonya saja. Dan manusia di dunia ini saling
berkompetisi di antara mereka sendiri, agar lebih tinggi dalam urusan duniawi.
Allah SWT sama sekali tidak suka akan hal ini. Tidak. Dia
suka bila kita saling berlomba untuk mendekatkan diri dengan
Hadirat-Nya.Kehidupan sederhana memuaskan jiwa kita.Kita hendaknya berbahagia
dapat tidur di atas lantai. Kita hendaknya berbahagia dalam kebersamaan.
Kita hendaknya berbahagia bisa berjalan. Dan kita
hendaknya juga berbahagia dengan apa yang kita lihat pada orang lain. Saya berusaha untuk mengubah kekuatan dari ego kalian menjadi
kekuatan spiritual kalian. Pada dasarnya ego kita bukan untuk merugikan
diri kita sendiri. Bukan. Ego itu bagaikan suatu kabel
listrik telanjang. Dia dapat melukai kalian. Kalian tidak dapat menyentuhnya
atau menggunakannya. Karena itu kalian kehilangan kesempatan yang telah
diberikan oleh Tuhan Yang Mahakuasa. Bila kabel itu diberi pelindung, kalian
dapat menyentuh kabel itu. Jika kalian bertanya, “Mengapa kawat yang berbahaya
itu ada di dalam?” dan bila kalian mengeluarkan kawat itu dari plastik
pembungkusnya maka kawat itu tidak berguna lagi dan kalian telah kehilangan
daya yang besar itu. Ego kita adalah anugerah yang
besar dari Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa ego itu merupakan kuda yang dapat kalian tunggangi ke manapun
kalian ingin pergi. Dia dapat membawa kalian ke titik ambang tertinggi dari
penciptaan, tetapi kalian bertanya, “Mengapa kita diberi ego?”Bila kita tidak
mempunyai ego, kita akan seperti malaikat. Tetapi Tuhan Yang Mahakuasa
menciptakan suatu makhluk baru yang 100% berbeda dengan para malaikat (untuk alasan, maksud dan kebijaksanaan tertentu). Jadi Dia menciptakan Adam AS dan memberinya ego. Bila Nabi
Adam AS tidak diberi ego, dia akan tetap seperti malaikat. Dan tanpa ego, tanpa
kuda itu, kalian tidak dapat meraih kehormatan yang telah dianugerahkan oleh
Allah SWT kepada makhluk yang mempunyai ego. Itulah suatu kebijaksanaan
besar yang hendaknya dipahami.Allah SWT berfirman, “Gunakan ego kalian dan
datanglah kepada-Ku.”Ketika Abu Yazid al-Bistami k sampai pada Hadirat Ilahi
dan mohon agar dapat masuk, Allah SWT berkata, “Wahai Abu Yazid k, tinggalkan
egomu dan datanglah kepada-Ku.” Ini berarti bahwa tujuan dari pemberian ego itu adalah agar kalian dapat meraih tingkat
tertinggi dari tingkat terendah. Bagai pesawat yang
terbang membawa seseorang ke tempat yang ingin dituju.
Dan bila pesawat terbang itu membawa kalian ke
Jerman, kalian tidak dapat meminta agar pesawat itu membawa kalian ke tempat
tidur. Tidak bisa! Pesawat itu berkata bahwa kalian harus turun dan berjalan ke
sana. Pesawat itu berkata, “Aku tidak dapat melakukannya. Batasku berakhir di
sini. Pergilah dan tinggalkan aku.” Jadi setiap orang yang ingin sampai ke Hadirat
Ilahi harus menggunakan egonya sebagai tunggangannya. Tetapi bila kalian
memohon untuk memasuki Hadirat Ilahi Rabbi, maka Dia akan berkata, “Tinggalkan kudamu di luar, lalu masuklah.”Kuda itu ibarat ego kalian. Kalian tidak dapat
memasuki istana kerajaan untuk menghadap Raja dengan kuda kalian. Tidak bisa!
Bila kalian dapat menggunakan ego kalian, maka ego itu
bisa menjadi hamba kalian untuk mencapai Hadirat Ilahi. Ketika sudah sampai, keberadaannya
tidak penting lagi dan kalian dapat menyuruhnya
untuk kembali. (Seperti pesawat yang akan membawa penumpang yang baru).
Ego merupakan makhluk yang paling liar dan lalai yang pernah diciptakan. Dia
memiliki sifat-sifat yang paling buruk, yang mewakili seluruh binatang dalam
dirinya.
Binatang yang hidup dekat dengan manusia dan
binatang dari hutan rimba serta binatang buas dan menakutkan lainnya.
Sifat-sifat mereka semuanya disatukan dan diberikan kepada ego kita. Tidak ada makhluk yang lebih kuat daripada ego, namun tak ada
makhluk yang lebih berguna dibandingkan ego kita. Ego itu dapat membawa
kita dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi. Ya, dia memang sangat
berbahaya dan kuat; dan pekerjaannya sangat penting. Tak ada sarana lain yang
dapat membawa ummat manusia dari tingkat terendah ke tingkat yang paling
tinggi. Allah SWT telah menciptakan ego dan memberikannya kepada manusia.
Tetapi Allah SWT tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa kebijaksanaan. Allah
SWT berfirman, “Aku telah menciptakan anak-anak Adam AS agar menjadi
kalifah-Ku.” Kalian tahu bahwa seorang sultan di antara
bala tentaranya akan menunggangi kuda yang terbaik, tercepat dan terkuat (bukan
yang tua atau kuda betina).
Karena dia memang sultan. Dan Allah SWT telah
memberikan kalifah-Nya, anak-anak Adam AS, tunggangan yang paling kuat dan
penting. Dia menempatkannya pada tingkat yang paling rendah, yaitu di bumi dan
Dia berfirman, “Datanglah pada-Ku.”Inilah sebabnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Egomu adalah tungganganmu.” Cukuplah kebijaksanaan
ini bagi seluruh ummat manusia untuk memahami diri mereka sendiri. Tetapi
ternyata manusia tidak pernah paham, sehingga mereka terhempas ke bawah tingkat
terendah. Mereka hanya mengerti caranya makan, minum, dan bersenang-senang.
Tidak ada yang mengerti. Tidaklah tunggangan terpenting itu diberikan kepada kalian
hanya untuk makan, minum dan bersenang-senang belaka. Tidak!
Sang Sultan menginginkan agar kalian menungganginya dan datang ke
Hadirat-Nya.Itulah masalah terbesar dalam kehidupan ummat manusia.Semua orang
ditunggangi kuda mereka.
Memanjakannya dengan makan, minum dan
bersenang-senang. Sebanyak-banyaknya! Namun tak seorang pun memohon untuk
menungganginya, dan datang ke Hadirat-Nya. Barangkali di antara sepuluh ribu
orang, hanya satu yang memahami kebijaksanaan ego tersebut. Rasulullah SAW
mengendarai tunggangan surgawinya, yaitu Buraq pada peristiwa isra mi’raj.
Ketika beliau sampai di Hadirat Ilahi, beliau bertanya pada malaikat Jibril u,
“Adakah tunggangan semacam ini bagi ummatku?”Jibril u menjawab, “Ya. Dan bila
mereka mengendarainya, mereka bisa datang dan mencapai apa yang sedang engkau
capai.”Jadi yang berbahaya dan sangat kuat itu, ego kita, adalah Buraq kita.
Tetapi orang-orang tidak memahaminya dan mereka tidak menggunakannya.Semua Nabi
telah memanggil orang-orang ke arah ini. Mengertikah kalian?!Itulah pintu gerbang ke
semua kebijaksanaan. Kalian dapat memasukinya dan meraih semua daya. Jika
tidak, kalian akan tetap tinggal di bawah supremasi ego kalian yang akan
menghancurkan kalian dan pada akhirnya menjadikan kalian debu di pemakaman. Namun
para ksatria itu, yang menunggangi kuda mereka melalui pemakaman, bumi pun
tidak akan menghancurkan mereka dan mereka akan tiba di Hari Perhitungan dengan
jasad yang sama yang akan bercahaya laksana matahari.
Barangsiapa yang menggunakan akalnya
akan mencapai maqam itu. Mengapa harus menunggu?! Sang Sultan memelihara kalian. Mengapa tidak
mempersiapkan diri kalian untuk Hadirat-Nya?Allah SWT mendengar semuanya dan
Dia melihat dan mengetahui siapa kalian dan apa niat atau maksud kalian. Pada saat kalian memohon atau menolak. Dia paham bahwa ego
kalian mengklaim sebagai yang nomor satu dari semua makhluk dan dia ingin agar
semua perintahnya dituruti. Itulah rahasia dari realitas ego kalian yang
tersembunyi bila ego berkata, “Mengapa ini terjadi?” Artinya bahwa hamba
ini meminta ketuhanan baginya. Ego tidak bahagia dengan ke-Ilahian Allah SWT
dia percaya bahwa dia dapat berpikir dengan lebih sempurna. Dia berkata,
“Menurut aku, apa yang aku pikirkan dalam situasi tersebut lebih baik daripada
apa yang terjadi.” Astaghfirullah!Barangsiapa
yagn selalu menyalahkan orang lain, tidak pernah menyukai tindakan dan
sifat-sifat orang lain, merupakan budak dari ego mereka. Barangsiapa memohon
jalan menuju kesempurnaan harus mulai dengan menyalahkan diri sendiri (berintrospeksi),
meneliti kekurangan-kekurangan sendiri tanpa memperhatikan ketidaksempurnaan
orang lain.
Hanya orang yang tidak sempurnalah yang akan
melihat ketidaksempurnaan di sekelilingnya.Barangsiapa yang memiliki
ketidaksempurnaan, selalu melihat ketidaksempurnaan dalam diri orang lain
kecuali dalam dirinya sendiri. Itu yang dinamakan mementingkan diri
sendiri.Kalian harus berusaha untuk memperbaiki diri kalian sendiri. Bila
kalian telah memperbaiki diri dan mencapai kesempurnaan, kalian hanya akan
menyalahkan diri sendiri. (ego kalian, atau nafs kalian).Kita berharap tidak
hidup untuk kesenangan sendiri tetapi untuk keridhaan Allah SWT. Kita ingin
hidup untuk Allah SWT, bukan untuk ego kita. Tidak! Kalau aku ingin hidup untuk
egoku lebih baik aku mati. Tetapi bila hidup untuk Allah SWT, aku ingin hidup
(untuk selamanya). Mohonlah selalu perlindungan
terhadap ego kalian. Kita telah diciptakan sebagai makhluk lemah dan ego kita
membawa kita sesukanya. Ego dalam jasad setiap orang mewakili Setan.
Ketika meninggalkan masa kanak-kanak, menjadi
dewasa, Tuhan Yang Mahakuasa berfirman,
“Sekarang jadilah engkau hamba-Ku. Ikutilah Aku!” Tetapi
Setan mengatakan, “Jangan ikuti Dia.” Dan dia mempunyai lebih banyak
kesempatan karena dia menyapa hasrat ragawi kalian dan berkata, “Kamu akan
memenuhi semua keinginanmu yang tanpa batas itu. Jangan dengarkan mereka yang
berkata, ‘Jangan lakukan ini atau itu,’ Aku katakan, kebebasan mutlak ada di
tanganmu! Hingga engkau mati.”Musuh terbesar kalian
adalah Setan dan wakilnya melalui diri kalian sendiri, yaitu ego kalian.
Waspadailah Setan. Waspadailah ego kalian.Setan meminta kita untuk
mencampuradukkan pemikiran yang baik dan inspirasi-inspirasi yang datang pada
hati kita. Ketika kita ingin melakukan sesuatu yang baik, Setan ingin
menghancurkannya agar tidak bermanfaat (atau meningkatkan tingkat perkembangan
kita yang tidak berbatas).
Setan membuat kalian melanggar syari’ah. Setan menipu kalian
berulang kali, tetapi kalian mengatakan hal itu tidak terjadi. Terlalu! Kalian
berkata, “Aku baik-baik saja. Sempurna!” Astaghfirullah!Dalam setiap langkah
selalu ada halangan yang mencegah kalian untuk mencapai kebenaran. Dan bilamana
sukar untuk mencapai kebenaran, Setan dengan cepat menemukan jalan untuk menipu
kalian (dengan hal-hal palsu, bentuk-bentuk atau rekaan pikiran). Dia
mengajarkan orang-orang dan berkata, “Inilah kebenaran.”Jika tidak memutuskan belenggu hasrat, maka kita selalu akan
menjadi budak. Jika kalian menjadi budak ego kalian, maka dengan sendirinya
kalian menjadi budak dunia, Setan dan hawa nafsu
kalian. Tidak hanya untuk ego, karena semuanya saling berkaitan. Kalau salah
satunya merangkul kalian sebagai budak, maka kalian menjadi budak untuk
semuanya.
Bila kalian bebas dan selamat, maka kalian tidak
dapat ditipu oleh Setan dan kalian tidak akan lengah agar tidak terperangkap
dengan ego kalian. Ketika kalian mengucapkan, “A`uudzubillaahi
minasy-syaythaanir rajiim,” berarti kalian
sungguh-sungguh memohon perlindungan dari Allah SWT.